abilitas tanpa batas
selamat datang di abilitas tanpa batas !
abilitas tanpa batas adalah sebuah kanal untuk
menyatukan keberagaman, menghargai perbedaan,
dan memahami arti kebersamaan ā¤ļø
kalian dapat menekan gambar-gambar ini
untuk membaca tulisan kami.
selamat membaca; salam kebersamaan! āļø
what is ableism?
Ableism merupakan paham yang merujuk pada ādiskriminasi yang lebih berpihak pada
orang-orang yang berkemampuanā
menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford.
Dalam kata lain, ableism menunjukkan bahwa
pemahaman normatif terhadap kemampuan
tertentuāseperti fisik, kognitif, sensorik,
dan lainnyaālebih disukai dalam masyarakat
(Wolfbring, 2008 dalam Lightfoot, 2015).
Namun, istilah ableism lebih umum dipakai
untuk menunjukkan perbedaan kemampuan
atau ketidakmampuan seseorang.

Ableism kini menjadi paham bahwa
orang-orang dengan disabilitas
āperlu diperbaiki dan tidak dapat berfungsi
sebagai anggota penuh dalam masyarakatā
sehingga mereka cenderung dikeluarkan
dari partisipasi dalam masyarakat,
dipandang sebagai objek belas kasihan,
atau didesak untuk mengatasi kecacatan mereka (CastaƱeda & Peters, 2000; Lightfoot, 2015).
Dengan demikian, ableism memandang orang-orang
dengan disabilitas sebagai sebuah kecacatan
alih-alih sebagai sebuah perbedaan yang dapat memperkaya kehidupan bermasyarakat.
physical ableism
dalam hidup kita
pertama, apa itu physical ableism?
Physical ableism adalah ableism yang muncul akibat keterbatasan fisik.
Physical ableism menilai bahwa badan adalah aspek yang kerap dipolitisasi, sebab kekuasaan diatur dan dinegosiasikan berdasarkan fitur atau kemampuan suatu tubuh.
kedua, bagaimana ia hadir dalam keseharian?
Secara kultural
⢠Minimnya paparan
budaya dan komunitas orang-orang dengan disabilitas sehingga menyebabkan kurangnya kesadaran terhadap hak-hak disabilitas, budaya disabilitas, dan gerakan kebanggaan disabilitas.
⢠Pemisahan orang-
orang dengan disabilitas dari masyarakat seperti minimnya fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas di angkutan umum dan adanya program pendidikan khusus bagi mereka.
Secara struktural
⢠Hambatan fisik:
lantai yang kurang landai,
tidak ada lift / elevator, tidak ada guiding block dalam trotoar, dll.
⢠Hambatan desain: furnitur yang terlalu berat untuk dipindahkan,
kenop pintu yang sulit dibuka, pintu yang terlalu berat untuk dibuka, elevator yang tersembunyi dan sulit ditemukan, dll.
Untuk mengetahui jenis-jenis kekerasan (kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural) teman-teman bisa mengakses podcast #KekerasanHariIni oleh Ferdian Dika dan Rayhan Kurnia dengan menekan tombol Spotify di atas. Selamat mendengarkan!

Kami berkesempatan untuk melakukan wawancara
dengan Rania, seorang mahasiswi dari Program Studi Biologi, Universitas Gadjah Mada.
Rania memiliki kondisi half deaf sejak kecil.
Walaupun ia dapat menjalankan kesehariannya dengan baik, ia masih menemui beberapa perlakuan kurang mengenakkan karena kondisinya. Berikut pengakuannya.
āJadi yang paling inget, sih, kejadian tahun 2019 waktu maba. Aku, kan, daftar salah satu UKM, dan waktu itu ada sesi interview. Waktu kakak tingkat tahu kalau aku deaf, aku malah disuruh join UKM Peduli Difabel aja daripada join UKM itu.ā
āPas kecil, aku juga mengalami bullying dari teman-teman SD. Ada juga waktu itu seorang guru yang menyuruhku untuk tidak ikut latihan paduan suara dan malah disuruh lipsync aja. Guru tersebut yakin kalau aku bakal ngerusak paduan suaranya.ā
āKalau di pertemanan perkuliahan, bagiku masih banyak orang yang belum pernah bekerja sama atau berinteraksi sama orang dengan disabilitas. Jadi, mereka kurang paham sama kondisi kami.
Kan, biasanya kami butuh waktu lebih lama untuk mencerna omongan orang. Jadinya, kami sering ujung-ujungnya konflik soalnya ada salah paham gitu."
Pun, waktu pembelajaran di kelas juga ada dosen yang penjelasannya cepat banget secara lisan dan PPT-nya di-skip-skip gitu padahal aku kaya masih loading, kan.
Jadi, aku lebih susah untuk memahami materi yang disampaikan daripada teman-teman yang lain. Karena itu juga aku sempat disindir soalnya tidak jawab pertanyaan. Padahal, aku pendengarannya waktu itu kurang jelas.ā
Rania merupakan salah satu contoh dari begitu banyak perlakuan diskriminatif di sekitar kita. Salah satu dari kami yang telah mengenal Rania selama 4 tahun pun melihat dia sebagai sosok yang berprestasi dan ramah.
Namun, ternyata masih banyak pihak yang menilainya secara buruk, hanya karena kondisi yang dimilikinya.
Terkadang kita merasa bahwa semuanya baik-baik saja hanya karena semua fasilitas kita terpenuhi dengan baik. Akan tetapi, kita masih belum menyadari bahwa terdapat banyak orang di luar sana yang menjadi korban atas kelalaian dan ketidakpedulian kita.
Dengan demikian, sudah sebaiknya kita lebih reflektif
dan lebih sadar bahwa kita berkontribusi besar dalam kesulitan-kesulitan yang mereka alami, mengingat banyak dari kita yang kurang memahami kondisi mereka,
seperti pengalaman Rania berikut.
āMenurutku, sih, mungkin video-video pembelajaran atau tugas setidaknya disertai subtitle sehingga orang-orang yang kesulitan mendengar masih bisa memahami isinya. Pengalamanku waktu PPSMB itu, kan, ada tugas yang hanya bisa dijawab setelah mendengarkan isi video.
Akan tetapi, video-videonya itu tidak ada subtitle-nya.
Jadi, aku kesusahan untuk mengerjakannya.ā
Pengalaman ini adalah satu dari berbagai akibat yang muncul atas ketidakpedulian kita.
Kita baru menyadari saat semuanya sudah dilewati.
Kita tidak menyadari teman-teman yang berkebutuhan khusus lain telah berjuang sangat keras untuk mengikuti diskusi kita. Kita tidak menyadari banyaknya orang yang telah mengambil risiko yang sangat besar hanya untuk melewati jurang yang curam. Kita tidak menyadari bahwa candaan kita menjadi sumber kesedihan yang mendalam bagi mereka. Maka, seharusnya mulai dari sekarang kita menyadari semua itu.
physical ableism
dalam layar kaca

What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013)
Film ini mengisahkan cinta yang terjadi di sebuah Sekolah Luar biasa (SLB). Cerita ini disajikan melalui tiga sudut pandang individu yang memiliki keterbatasan pada inderanya, yakni Diana dan Fitri yang merupakan tunanetra serta Edo yang merupakan tunawicara.
Ketiga sudut pandang tersebut menjelaskan keseharian dan perilaku setiap individu serta bagaimana mereka merasakan dan menemukan cinta.
Meski tidak ada diskriminasi ataupun hinaan yang merendahkan penyandang disabilitas dalam film ini,
kita memperoleh sudut pandang baru mengenai bagaimana orang-orang dengan disabilitas
melakukan kegiatan sehari-hari.
Kita diajak untuk melihat berbagai adegan di film ini dalam perspektif orang dengan keterbatasan pada inderanya: bagaimana orang tunanetra beraktivitas, bagaimana orang tunawicara dapat menyampaikan maksud dan intensinya, dan yang terpenting bagaimana orang tunanetra dapat merasakan cinta tanpa melihat wujud atau tampang seseorang yang dicintainya.
Meskipun memiliki dialog yang minim, film ini menyajikan cerita yang menarik dan memiliki maksud yang tersirat.
Wonder (2017)
Wonder merupakan film ber-genre drama-keluarga yang mengisahkan kehidupan Auggie Pullman, seorang anak laki-laki dengan kelainan yang menyebabkan bentuk wajahnya berbeda
dengan anak lainnya.
Perbedaan yang dimiliki Auggie membuat ia menjadi tak percaya diri sehingga ia lebih sering berkegiatan di rumah dengan homeschooling dan bermain Minecraft.

Auggie juga menjadi lebih sering menggunakan
helm astronot favoritnya untuk menutupi bentuk
muka dan menghilangkan rasa malunya.
Namun, kehidupan Auggie berubah ketika ia didaftarkan ke sebuah sekolah swasta oleh kedua orangtuanya.
Tentu saja itu bukan hal yang mudah bagi Auggie, pada awal masuk sekolah Auggie sudah memperoleh pandangan sinis oleh anak-anak seusianya.
Selain itu, ia juga memperoleh tindakan bullying dan dikucilkan di sekolah hingga ia tidak memiliki teman.
Hal ini memicu konflik dalam diri Auggie yang juga mengarah pada konflik keluarga, meskipun begitu Auggie tidak pernah membalas secara fisik setiap tindakan yang menyakitinya tersebut.
Film ini telah merepresentasikan physical ableism
yang seringkali terjadi di kehidupan nyata di mana
kondisi fisik mempengaruhi bagaimana seseorang menginterpretasikan dan memperlakukan orang lain. Pandangan sinis, bullying, dan pengucilan merupakan indikasi bahwa orang-orang tanpa disabilitas mengganggap dirinya tidak sederajat dengan
orang-orang penyandang disabilitas.
Dengan cerita yang sederhana berdasarkan kehidupan sehari-hari, film ini memberikan banyak inspirasi dan pesan moral yang dapat kita ambil.
mental ableism
dalam hidup kita
pertama, apa itu
mental ableism?
Mental ableism menggambarkan diskriminasi dan penindasan terhadap sifat mental atau kondisi yang dimilikiāatau dinilai dimilikiāseseorang.
kedua, bagaimana ia hadir dalam keseharian?

Secara struktural
⢠Medical industrial complex, yaitu sistem dalam dunia medis di mana keuntungan lebih diutamakan daripada kesehatan, kesejahteraan, dan perawatan sehingga keterbatasan mental belum tentu teratasi dengan baik.
⢠Sistem finansial dan legal yang kurang ramah bagi individu dengan keterbatasan mental seperti penggalangan dana yangāalih-alih bertujuan untuk meringankan beban biaya perawatan individu dengan disabilitas iniāditujukan untuk memastikan ada lebih sedikit orang penyandang disabilitas di masa depan.
Secara kultural
⢠Stereotip, prasangka dan stigma yang dapat memunculkan penilaian kepribadian secara tidak akurat serta mendorong berbagai institusi untuk membuat kebijakan dan melakukan pengambilan keputusan dengan memarginalkan orang-orang dengan disabilitas.
⢠Interaksi sehari-hari yang menggunakan bahasa yang retoris dan kasar seperti umpatan dan hinaan.
mental ableism
di mata billie eilish
"Fake depressed is
never something you should
ever say about anyone."
Mental ableism dapat terjadi dalam segala aspek kehidupan, tak terkecuali dalam dunia hiburan.
Billie Eilish merupakan penyanyi asal Amerika yang memiliki Sindrom Tourette dan synesthesia serta pernah mengalami depresi. Meniti karir sejak berusia 13 tahun, Eilish tumbuh sebagai penyanyi global sekaligus teladan di kalangan remaja dunia.
Akan tetapi, di balik hidupnya sebagai artis, Eilish menghadapi tekanan untuk mencerminkan sikap positif bagi orang banyak.
Tekanan ini juga
dihadapi oleh banyak remaja yang kini hendak menyenangkan orang lain
alih-alih membahagiakan diri mereka dan
orang lain sekaligus.
"Everybody
has their own emotions and their own problems"
Tidak semua orang dapat mengalami depresi dalam usia yang sama, dan tidak semua orang memiliki pengalaman hidup dan emosi yang sama persis.
Prasangka dan diskriminasi kepada orang-orang dengan keterbatasan dan permasalahan mental dapat:
⢠mendorong kelompok tersebut untuk memberikan stigma terhadap diri mereka sesuai dengan hal-hal
negatif yang dikatakan oleh orang lain dan media
⢠merendahkan harga diri kelompok tersebut karena mereka merasa bersalah dan malu dengan kondisi mereka
⢠mendorong mereka untuk menyembunyikan keterbatasan mereka dan menghindari bantuan
kesehatan mental yang sebenarnya mereka butuhkan
Seperti pandangan Eilish terkait istilah "memalsukan depresi" yang diberikan pada remaja kini, kita sebaiknya tidak berpandangan bahwa setiap orang menyebabkan masalah yang dihadapi oleh mereka sendiri, atau bahwa mereka bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Kita mungkin tidak dapat mengubah kondisi mereka, tetapi kita dapat mengubah pola pikir kita.
Kita dapat melihat mereka sebagai manusia dengan kondisi yang berbeda alih-alih memberi label negatif.
Setiap manusiaāterlepas dari kondisi mental
merekaāmemiliki hak yang setara untuk menjadi
bagian dari masyarakat. Sebaiknya kita mengetahui kondisi mereka, bukan mitos seputar mereka.
Sebaiknya kita berfokus pada aspek-aspek positif,
bukan negatif. Dukung pilihan mereka dan hargai upaya mereka untuk menjadi anggota masyarakat.
Dengan demikian, mari kita pastikan setiap anggota masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai!
mental ableism
dalam layar kaca

Forrest Gump (1994)
Film ini menceritakan kisah seorang pria dari Alabama bernama Forrest Gump (diperankan oleh Tom Hanks) dengan keterbelakangan mental.
Gump seringkali diremehkan, tetapi ia memiliki petualangan hidup yang cukup epik.
Film ini mencerminkan mental ableism dalam adegan
di mana tidak ada anak dalam bus yang memberikan tempat duduk kepada Gump, kecuali Jenny yang
kemudian menjadi satu-satunya teman masa kecil
Gump sekaligus cinta pertama dan terakhirnya.
Selain menunjukkan mental ableism, film ini mencerminkan physical ableism melalui dua adegan.
Pertama, terdapat adegan di mana sekumpulan anak dengan sepeda berusaha merendahkan Gump, sebab saat itu Gump menggunakan penopang kaki untuk berjalan.
Kedua, sepasang wanita memanggil Gump dan Letnan
Dan dengan sebutan "bodoh" dan "cacat".
Terlepas dari perilaku diskrimatif yang ia terima, Gump tetap bersifat positif dan optimis hingga ia meraih kesuksesan dan menjadi salah satu tokoh terkenal di Amerika terkait keterlibatannya dalam beberapa peristiwa penting, seperti Perang Vietnam dan menjadi pemain tenis meja profesional yang mewakili Amerika.
Dari film tersebut, kita dapat memahami bagaimana diskriminasi serta perlakuan yang biasanya diperoleh penyandang disabilitas dan tentu saja kita juga dapat mengubah sikap dan membuang prasangka buruk terhadap mereka.
bagaimana opini kami
mengenai keberagaman?
salam kebersamaan ! āļø
bagaimana pendapat kami setelah mengetahui bahwa ableism hadir dalam kehidupan sehari-hari?
bagaimana kami merefleksikan keberagaman setelah mengetahui konsep-konsep ableism?

allysa ramadhani
Perbedaan merupakan masalah yang dihadapi setiap manusia.
Perbedaan fisik, perbedaan mental, dan perbedaan kultur adalah masalah yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Kami percaya perbedaan bukanlah penghambat; perbedaan adalah pijakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih besar: ketimpangan, perubahan iklim, dan pergerakan yang mampu menceraiberaikan kita.
Apa yang paling berharga dalam kehidupan?
Bukan surat tanda tamat belajar,
bukan pula gelar kehormatan.
Hal yang paling berharga adalah mengetahui bahwa kita mampu menggapai mimpi, dari manapun kita memulai.
Hal yang paling bernilai adalah mengetahui adalah kita mampu menemukan solusi, tidak peduli seberapa menakutkan masalahnya.
Hal yang paling berarti adalah memahami bahwa kita dapat bekerja sama dan berkontribusi pada perdamaian terlepas dari perbedaan yang kita miliki.
Pluralisme merupakan hal yang harus selalu dijunjung dalam kehidupan ini. Hal tersebut sangat penting demi mencapai sebuah masyarakat yang inklusif dan lingkungan yang aman bagi seluruh kelompok masyarakat. Akan tetapi, saya dan banyak orang lain di luar sana masih belum sepenuhnya mengerti akan hal ini. Banyak juga yang masih menganggap remeh dan bersikap acuh tak acuh terhadap eksistensi kelompok lain, terutama kepada kelompok disabilitas.

hanny nadhirah
Oleh karena itu, kami berharap dengan Abilitas Tanpa Batas, kita dapat bersama-sama memahami dan merefleksikan tindakan-tindakan apa saja yang seharusnya dilakukan dan dihindari untuk memberikan perlakuan yang lebih layak untuk mereka.

justinus devian
Menurut saya, pluralisme adalah paham yang muncul akibat adanya kondisi yang plural dan majemuk di mana terdapat beraneka ragam golongan, agama, ras, dan etnik yang ada di dalam masyarakat. Dengan kata lain, pluralisme ialah paham atas adanya keberagaman yang ditunjukkan dengan adanya rasa saling mengerti, menerima, dan toleransi dalam menyikapi adanya perbedaan dan keberagaman tersebut.
Saya menilai bahwa pluralisme merupakan salah satu hal yang esensial dalam kehidupan bermasyarakat; kita harus mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, melainkan hidup secara berdampingan dan bergantung dengan satu sama lain. Dengan demikian, sudah sewajarnya apabila terdapat individu maupun kelompok memiliki perbedaan mengenai apapun itu dengan apa yang kita miliki ataupun yang kita anut. Kita harus menerima dan menghargai kemajemukan yang ada melalui pluralisme ini, karena pada dasarnya kita adalah satu kesatuan.
ini adalah hasil refleksi kami mengenai keberagaman.
setiap orang memiliki hasil refleksi yang berbeda;
bagaimana denganmu?



